Ada kalanya kita memang perlu menjauh sebentar dari bisingnya isi kepala dan menepi ke alam. Menikmati suasana alam tanpa distraksi gadget atau apapun itu.
Agenda akhir pekan kali ini saya mengajak anak perempuan saya yang masih berumur 3 tahun untuk keceh air di Plunyon.
“Keceh” sendiri merupakan slang dalam bahasa Jawa yang berarti bermain cipratan air. Sementara itu, Plunyon adalah sebuah area di Lereng Merapi, tempat mengalirnya Sungai Kuning yang masih sangat alami karena letaknya tidak jauh dari hulu mata airnya.

Tempat ini terasa tidak pernah berubah. Hampir tidak ada sentuhan arus perubahan zaman. Tetap asri dan alami sama seperti beberapa puluh tahun silam saat saya pertama kali berkunjung ke sini.



Namun, sejujurnya Plunyon ini bukanlah tempat main yang ideal untuk anak usia di bawah 5 tahun karena sekelilingnya terdapat jurang yang dalam. Untuk mencapai ke aliran Sungai Kuning pun kita harus melewati jembatan peninggalan Zaman Belanda yang sangat tinggi. Saya jujur agak ngeri ketika membawa si kecil ke sini. Untuk para orang tua hal ini patut menjadi pertimbangan.

Karena beberapa hari terakhir sering hujan maka aliran air sungainya keruh. Meski begitu airnya tetap bersih. Di tempat ini, si kecil tampak senang sekali. Kegiatan bermain di alam ini memang perlu dibiasakan sejak kecil agar anak-anak merasa bahwa alam adalah tempat di mana kita semua berasal.



Dengan begitu, mereka bisa tumbuh dengan kesadaran bahwa hidup selaras dengan alam adalah hal yang paling mendasar.